Monday, 11 March 2013

kromosom manusia ditemukan oleh orang Indonesia ?



Kromosom merupakan struktur di dalam sel berupa deret panjang molekul yang terdiri dari satumolekul DNA[1] dan berbagai protein terkait yang merupakan informasi genetik suatu organisme,[2] seperti molekul kelima jenis histon dan faktor transkripsiyang terdapat pada beberapa deret, dan termasuk gen unsur regulator dan sekuens nukleotida. Kromosom yang berada di dalam nukleus sel eukariota, secara khusus disebut kromatin (dikutip dari wikipedia)
Siapa sangka ternyata penemu Kromosom adalah Orang Indonesia, Bersama koleganya dia menemukan dan memastikan bahwa kromosom manusia berjumlah 23 pasang, padahal sebelumnya para ilmuwan lain sangat meyakini bahwa jumlah kromosom manusia adalah 24 pasang.

Adalah Joe-Hin Tjio yang bermitra dengan Albert Levan di Spanyol menemukan teknik yang lebih baik untuk mendapatkan jumlah 23 pasang kromosom manusia. Bahkan ketika mereka menghitung ulang gambar eksperimen terdahulu yang menyebutkan bahwa jumlahnya ada 24, mereka mendapati hanya ada 23. Benar-benar aneh, mata siapa yang bisa error begini?
Memang kenyataan bahwa manusia hanya memiliki 23 pasang kromosom dianggap aneh dan mengejutkan. Pasalnya, simpanse, orang utan, dan gorila, yang kandungan genetiknya mirip dengan manusia ternyata memiliki 24 pasang kromosom. Jadi kromosom manusia ini lain daripada bangsa kera yang lain. Usut punya usut, ternyata ada dua kromosom pada gorila yang jika digabungkan ukurannya akan mirip dengan kromosom ke-2 pada manusia. Sungguh ajaib memang, perbedaan yang ‘kecil’ ini ditambah sedikit keragaman antara gen-gen manusia dan gorila, membuat penampakan keduanya jauh berbeda.
Seperti ditulis dalam Encyclopedia Britannica, Tjio lahir di Jawa, 2 November 1919. Tjio kecil bersekolah di sekolah penjajah Belanda, kemudian dia sempat mendalami fotografi mengikuti jejak ayahnya yang juga seorang fotografer profesional. Namun selanjutnya Tjio memutar stir ke bidang pertanian dengan kuliah di Sekolah Ilmu Pertanian di Bogor, waktu itu Tjio berusaha mengembangkan tanaman hibrida yang tahan terhadap penyakit. Dari sinilah pondasi ilmu genetika membawanya menjadi seorang ahli genetik terkemuka kelak.

Keep Proud Being Indonesian Guys

Mobil Sapu Angin ITS 1 liter buat sebulan !!



Sapu Angin adalah nama mobil ciptaan para mahasiswa kreatif dari ITS (Institut Teknologi Surabaya) yang belakangan ini semakin akrab di telinga masyarakat.

Walalupun telah meraih juara Shell Eco-Marathon Asia selama tiga tahun berturut-turut, tak membuat tim pengembangan Sapu Angin berpuas diri. Mereka menyiapkan Sapu Angin 7 Evolution untuk dipertandingkan di event tahunan yang sama, di Sirkuit Sepang Juli mendatang di Malaysia

Arif Aulia Rahhman, perwakilan tim Sapu Angin mengatakan, timnya saat ini fokus pada pengembangan kinerja mesin, meringankan bobot kendaraan dan membuat desain mobil lebih aerodinamis. Satu hal tak kalah penting, Arif dan rekan-rekannya akan membuat mobil ini semakin irit bahan bakar.

Tim sapu angin memang tak main main dalam pengembangan mobil ini bahkan Sapu Angin 7 Evolution ini dilansir dapat menempu jarak 300 km hanya dengan 1 liter bensin.

Selain Shell Eco-Marathon Asia, rencananya Sapu Angin 7 Evolution juga akan mengikuti ajang di negeri sendiri, Indonesia Energy Marathon Chalenge, November tahun ini.

Keep Proud Being Indonesian Guys

Saturday, 9 March 2013

Mobil Terbaik Dunia 2012 Buatan Anak Bangsa

New York International Auto Show 2012 menjadi saksi keberhasilan Volkswagen (VW) UP! meraih penghargaan sebagai Mobil Terbaik Dunia 2012, setelah melalui serangkaian uji seleksi oleh 64 juri. Keberhasilan UP! menyingkirkan 33 mobil pesaingnya tidak lepas dari rancangan Chris Lesmana, seorang putra Indonesia.



VW UP!

Mahasiswa Unibraw Membunuh Bakteri dengan Listrik



Diabetes melitus merupakan penyakit terjadi karena kelainan metabolical sekresi insulin. Penyakit ini merupakan beban besar bagi pelayanan medis dan ekonomi di Indonesia, secara langsung dan melalui komplikasinya. Komplikasi yang paling umum adalah luka pada sendi bagian dalam hasil amputasi karena luka tidak diobati dengan baik.

Salah satu hal yang menakutkan bagi para penderita diabetes mellitus adalah apabila ia terluka maka lukanya akan susah sembuh, yang, bahkan, tidak jarang bagian tubuh mereka yang luka tersebut harus diamputasi karena lukanya akan susah tertutup.

Namun semua itu bisa diatasi setelah 5 mahasiswa Universitas Brawijaya (Unibraw) Malang mengeluarkan inovasi teknologi pembasmi bakteri MRSA pada luka diabetes yang mereka namai Kill Your Bacteria atau KYUBI(bukan yang ada di komik naruto ya).

Kelima mahasiswa tersebut, Fahad Arwani dan Reno Muktiaji Herdhiansyah dari Teknik Elektro, Arfianita Ramadhani dan Putro Aneswari dari Ilmu Keperawatan, serta Muhammad Fahri Akbar dari Ekonomi Pembangunan, membuat KYUBI dengan menggunakan listrik berdaya rendah untuk membunuh bakteri dan mengurangi luka pada penderita diabetes.

Fahad mengungkapkan bahwa KYUBI dilengkapi dengan gel elektrolit yang ditempatkan sedemikian rupa sehingga mengapit luka. Setelah KYUBI dihidupkan, maka ia akan menghasilkan pulsa listrik DC dengan frekuensi yang telah ditetapkan sebelumnya.

Pulsa listrik ini akan melewati luka, lalu melakukan kompresi listrik dan memecah membran sel bakteri. Uji coba in vitro alat ini menunjukkan, dalam 5 menit, KYUBI mampu membunuh 100 persen sejumlah bakteri.

Arfianita dan Putri menjelaskan bahwa KYUBI bisa menjadi alternatif pengobatan luka bagi para penderita diabetes. Selama ini, ujar mereka, obat untuk mengobati luka para penderita diabetes masih mahal sampai Rp.500.000 per buah.

Tidak hanya inovatif, KYUBI juga menjadi juara pada ajang Espriex Business Model Competition 2013 untuk kategori internasional. Tim KYUBI kini sedang mengusahakan uji klinis dan mengusahakan hak patennya.
Keep Proud Being Indonesian Guys


sumber : ini dan ini

Efek Gitar Buatan Anak Indonesia

Gitar adalah salah satu alat music yang cukup populer di kalangan masyarakat, hampir dari semua kalangan bisa memiliki gitar dari mulai pengamen, musisi, anak sekolah dan lain lain. Harganya pun sangat bervaritif dari mulai ratusan ribu sampai ratusan juta mungkin. Namun Hobi musik itu cenderung tidak murah, karena banyak cost yang musti kita keluarkan untuk membeli alat alat agar permainan musik dan kualitas musik yang kita hasilkan lebih maksimal.Salah satu kebutuhan dalam bermusik adalah efek gitar dan bass Hal ini lah yang mendorong salah satu putra Indonesia untuk bisa membuat efek sendiri dengan kualitas yang sama, bahkan jauh lebih ‘gila’.

Pada tahun 1998 akhirnya Dogie mulai berkreasi dengan membuat efek gitar sendiri. Efek pertamanya adalah tiruan dari Jimi Hendrix Fuzz Face yang ia tempatkan di dalam sebuah kaleng kotak rokok. Dogie berhasil menciptakan suara dan kualitas yang sama dengan aslinya, tentunya dengan biaya murah. Jadi, dengan biaya yang lebih murah kita bisa membuat efek yang setara dengan efek-efek mahal di pasaran, bahkan kita bisa menciptakan efek suara yang belum pernah ada di dunia.

Dengan semangat untuk berbagi demi kemajuan musik Indonesia, akhirnya Dogie mengajak teman-teman dekatnya untuk membangun REVOLT! Music pada 12 Oktober 2010, dengan bengkel sederhana yang bertempat di kamar tidur Dogie sendiri. Hingga kini, banyak sudah karya-karya Dogie dan kawan-kawan yang diapresiasi musisi-musisi lokal dan internasional. Beberapa efek produksi REVOLT! Music yang telah menggaung di dunia musik antara lain A Bit Late (echo & delay), Saringar (reverb), CompFRESHer (compressor), dan masih banyak yang lain. Kini REVOLT! Music yang berlokasi di daerah Depok ini semakin tertantang untuk berinovasi lebih jauh lagi, demi memuaskan kebutuhan para musisi.

ini contoh contoh karya mereka





Dengan kecerdikannya, Dogie berhasil membuktikan bahwa seorang anak bangsa mampu menantang dunia. Sebenarnya masih banyak ‘Dogie-Dogie’ lain di negeri ini, bisa jadi salah satunya adalah Kamu. Jadi, ayo kita buat Indonesia bangga dengan kreasi supaya dunia tahu seperti apa Indonesia-ku, Indonesia-mu!

Keep Proud Being Indonesia Guys


sumber : ini dan ini

Guitar of the Year 2012 RICK HANES dari INDONESIA!!

Beberapa waktu lalu pada tahun 2012 Guitar Planet sebuah situs gitar ternama di dunia mengadakan penghargaan untuk gitar-gitar terbaik di tahun 2012. Penghargaan bergengsi ini melibatkan banyak nama besar di industri gitar dunia, seperti Gibson, Fender, Ibanez,dll. Tapi, tahu gak yang menang bukan gibson atau fender atau ibanez tapiiiiii tahun 2012 jadi milik Rick Hanes, sebuah merek gitar buatan Indonesia wohooooo.

Dan Kerenya lagi Rick Hanes bukan cuma dapet 1 atau 2 penghargaan tapi berhasil meraih 4 penghargaan sekaligus, bahkan Rick Hanes seri Chris Bickley DR Pro memuncaki tahta penghargaan kategori utama, Guitar of the Year 2012. Rick Hanes seri Chris Bickley DR Pro juga menyabet Guitar of the Year 2012 untuk kategori Artist Signature. Sementara itu, Rick Hanes seri Avenix dan DR Medium, berhasil bercokol di urutan kedua dan ketiga pada kategori utama Guitar of the Year 2012. Jadi, ada 3 gitar Rick Hanes di 3 besar Guitar of the Year 2012.

Rick Hanes seri Chris Bickley DR Pro

Rick Hanes seri Avenix

Rick Hanes seri DR Medium


Rick Hanes sendiri berawal dari usaha kecil menengah (UMKM) dari Tambak Sawah Sidoarjo, Jawa Timur (Wong Jowo toh yg bikin :D). Tapi dengan kegigihan, Keuletan, dan Keseriusan Rick Hanes dalam berkarya mereka bisa membuktikan pada Dunia dan Orang Pribumi tentunya, bahwa Gitar buatan anak negeri ini gak kalah sama Gitar gitar buatan orang bule, dengan harga yang lebih murah juga dibanding ama buatan orang bule hehe,

So guys, buat kalian para guitarist guitarist indonesia gunakanlah dan cintailah produk produk indonesia (kayak kutipan dari iklan apa gitu) :D

Keep Proud Being Indonesia Guys

Penemu Pondasi Cakar Ayam

Pernah denger Pondasi Cakar ayam ? bukan cakar ayam beneran yang biasanya dijadiin masakan -___-
tau gak ? Pondasi cakar ayam itu buatan orang asli Indonesia loh!!! Pondasi cakar ayam itu sendiri adalah pondasi yang terdiri dari plat beton bertulang dengan ketebalan 10-15 cm, tergantung dari jenis konstruksi dan keadaan tanah di bawahnya. Di bawah plat beton dibuat sumuran pipa-pipa dengan jarak sumbu antara 2-3 m. Diameter pipa 1,20 m, tebal 8 cm, dan panjangnya tergantung dari beban di atas plat serta kondisi tanahnya. Untuk pipa dipakai tulangan tunggal, sedangkan untuk plat dipakai tulangan ganda.

Sistem pondàsi cakar ayam sangat sederhana, hingga cocok sekali diterapkan di daerah dimana peralatan modern dan tenaga ahli sukar didapat. Sampai batas-batas tertentu, sistern ini dapat menggantikan pondasi tiang pancang. Untuk gedung berlantai 3-4 misalnya, sistem cakar ayam biayanya akan sama dengan pondasi tiang pancang 12 meter.

Penciptanya adalah seorang Insinyur dari Indonesia bernama Prof. Ir. R.M. Sedyatmo nih fotonya


Prof. Ir. R.M. Sedyatmo lahir di Karanganyar, Jawa Tengah pada tahun 1909 beliau adalah seorang insinyur Indonesia. Sedyatmo yang sering dijuluki "Si Kancil" karena terkenal karena banyak akalnya menempuh pendidikan di Technische Hogescholl (THS) (sekarang ITB) Bandung. Selesai dari THS pada 1934, Sedyatmo bekerja sebagai insinyur perencanaan di berbagai instansi pemerintah. Sedyatmo dikenal sebagai penemu "Pondasi Cakar Ayam" pada tahun 1962. Temuan Sedyatmo awalnya digunakan dalam pembuatan apron Pelabuhan Udara Angkatan Laut Juanda, Surabaya, landasan bandara Polonia, Medan, dan landasan bandara Soekarno-Hatta, Jakarta. Hasil temuannya tersebut telah dipatenkan dan dipakai di luar negeri.

Namun, Sedyatmo bukanlah ilmuwan yang haus akan penghargaan. Sikap rendah hati dan dedikasinya yang tinggi terhadap bangsa menjadi spirit bagi ciptaannya. dan Beliau selalu menekankan pentingnya intuisi dan pengamatan terhadap alam semesta. Karya cakar ayamnya merupakan bukti bagaimana ciptaannya terilhami oleh akar pohon kelapa.

Beberapa karya Sedyatmo lainnya yang terkenal adalah pompa hidrolis, bendungan Jatiluhur, dan bahkan jembatan Suramadu dibangun berdasarkan konsep awal Sedyatmo. Tak heran, kontribusinya yang luar biasa bagi pengetahuan teknik, menobatkan Sedyatmo meraih sejumlah penghargaan internasional.

Sebagai penghargaaan atas dedikasinya yang besar banget buat bangsa ini namanya diabadikan jadi nama jalan bebas hambatan dari Jakarta menuju bandara Soekarno-Hatta. Profesor Sedyatmo meninggal dunia di usia 75 tahun pada 1984 dan dimakamkan di Karanganyar. Pemerintah Indonesia menganugerahkan Bintang Mahaputra Kelas I kepada Sedyatmo atas jasa-jasanya

Keep Proud Being Indonesia Guys